18 Juni 2011
My Bunny Die..
Tadi pagi, saat aku selesai mandi, aku diceritakan adikku kalau Edmund, kelinciku yang jantan, meningggal. Aku...aku... nggak nangis kok! karena, semua pasti ada awal dan akhirnya! jadi semua yang telah terjai, biarlah terjadi, tidak perlu ditangisi ataupun disesali. Jadi, yang pernah punya pengalaman begini, jangan nangis! INGAT! SEMUA ADA AWAL DAN AKHIRNYA! sekarang kelinciku hanya tinggal satu, perempuan. namanya Susan. aku takut dimarahi saudaraku, karena itu dari temannya, dan saudaraku baru pulang dari Bandung dan Jakarta nanti sore... Do'akan semoga saya bisa melampaui semua yang terjadi! Wish me Luck! dan buat saudaraku, Mbak Yeni Yulfianti yang mungkin baca, maafkan aku! Karena aku lepas dari janji untuk menjaga Edmund! MAAF! Karena tidak semua janji bisa ditepati dan tidak semua usaha bisa terlaksana dengan baik. ^^ Oke? Bye! sampai di posting berikutnya! >_<
about:
My Bunny
KEHANGATAN MENTARI
Bersama-sama kita melakukan
Semua hal yang sangat kita inginkan dan ngin kita caai
Melukis dunia bersama
Dengan tawa dan senyum riang yang sehangat mentari
Semua hal
Kita awali dengan snyuman
Kemudian tawa
Dan diakhiri lagi dengan senyuman sehangat mentari
Mungkin saja kita bertengkar
Karena suatu hal kecil sepele
Karena mentari pagi hangat telah berganti dengan mentari siang
Yang panas menimbulkan amarah
Namun
Akhirnya
Kita tersenyum kembali
Kita tertawa lagi
Sambil
Menatap indahnya mentari sore di ufuk barat
Yang penuh dengan kehangatan
Dan kita melukis dunia kembali
Dengan senyum, amarah, dendam, kesal, cemburu, dan tawa
Menjadi gradasi dunia
Yang indah tak bisa diucapkan dengan kata-kata
Dan terikat oleh kebersamaan
Menjadi PERSAHABATAN!
Semua hal yang sangat kita inginkan dan ngin kita caai
Melukis dunia bersama
Dengan tawa dan senyum riang yang sehangat mentari
Semua hal
Kita awali dengan snyuman
Kemudian tawa
Dan diakhiri lagi dengan senyuman sehangat mentari
Mungkin saja kita bertengkar
Karena suatu hal kecil sepele
Karena mentari pagi hangat telah berganti dengan mentari siang
Yang panas menimbulkan amarah
Namun
Akhirnya
Kita tersenyum kembali
Kita tertawa lagi
Sambil
Menatap indahnya mentari sore di ufuk barat
Yang penuh dengan kehangatan
Dan kita melukis dunia kembali
Dengan senyum, amarah, dendam, kesal, cemburu, dan tawa
Menjadi gradasi dunia
Yang indah tak bisa diucapkan dengan kata-kata
Dan terikat oleh kebersamaan
Menjadi PERSAHABATAN!
about:
Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)